Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CARA MENGATASI WRITER’S BLOCK

CARA MENGATASI WRITER’S BLOCK


 

Writer’s block atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kebuntuan dalam menulis adalah suatu kondisi di mana seorang penulis atau seseorang yang ingin menulis kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru atau tidak menemukan gagasan baru. Kondisi ini bisa berupa sulitnya menemukan ide orisinil kemudian menyebabkan tidak produktif dalam menghasilkan karya.

Banyak penulis terutama penulis pemula yang tidak menyelesaikan proyek menulisnya karena writer’s block ini. Penulis yang gagal mengatasi writer’s block ini kadang menyerah di tengah pengerjaan karyanya dan bahkan menunda dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya, karya yang sudah direncanakan hanya sebatas wacana. Melihat dampak dari writer’s block yang cukup krusial dalam penciptaan karya, maka kita perlu mengatasi hal tersebut agar tidak berkepanjangan. Sebelum mencari tahu solusinya langkah pertama, kita ketahui dulu apa penyebabnya untuk semakin mengenali writer’s block. Berikut ini adalah beberapa penyebanya: ok....

1.      Kehabisan inspirasi

Seperti yang disebutkan tadi bahwa writer’s block adalah kondisi hilangnya kemampuan untuk menemukan gagasan baru yang dialami oleh seseorang ketika akan menulis. Yang menjadi sebabnya adalah kehilangan inspirasi. Seorang yang mengalami writer’s block tidak tau tentang apa lagi yang akan dituangkan pada karyanya.

 

2.      Terganggu oleh peristiwa lain

Selain inspirasi, yang juga menjadi penyebab writer’s  block adalah peristiwa dari luar tubuh tetapi dampaknya merembes ke kondisi mental seorang penulis. Misalnya perasaan sedih, jengkel, marah dan sikap lainnya yang membuat keadaan penulis memburuk. Hal ini berpengaruh sekali terhadap minat berkarya. Semakin negatif perasaan seseorang, kejernihan pikiran akan semakin berkurang dan akan mempengaruhi daya pikir.

 

3.      Mood tidak mendukung

Satu lagi sebab seorang writer’s block. Sebenarnya hampir mirip pada poin ke dua di atas. Tetapi mood atau suasana hati ini bersifat sementara. Pada bagian ini, yang saya sampaian bukan tentang moodnya tetapi masalah yang sering timbul yang kerap mengatas namakan mood.

 

Maksudnya, saat kita sedang bad mood atau suasana hati kita jelek, tak jarang kita menunda pengerjaan proyek dengan aktivitas lain. Dan pengalihan perhatian ini kadang kebablasan dan tak sadar melewatkan banyak waktu. Yang akhirnya, proses pengerjaan tulisan tertunda lagi.

 

kiat-kiat yang bisa ditempuh dalam mengatasi writer’s block.

Teman-teman penulis, di atas adalah sebagian kecil penyebab writer’s block yang paling sering terjadi pada seorang penulis. Selanjutnya, kita akan membahas kiat-kiat yang bisa ditempuh dalam mengatasi writer’s block. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan:

 

1.      Menggali info sebanyak-banyaknya tentang topic yang kita tulis

Sebelum menulis atau pada pertengahan menulis, sebaiknya kita perbanyak dulu bahan yang akan kita tuang ke dalam tulisan. Hal ini untuk memperkaya wawasan kita sehingga kita tidak bingung harus menyampaikan apa.

 

2.      Membuat kerangka tulisan

Kerangka tulisan atau outline bisa sangat membantu kita untuk menyelesaikan sebuah karya. Kerangka ini bertujuan agar tujuan dan topik yang akan kita tulis semakin terarah dan tidak melebar menjauhi topik. Dengan begitu, kita bisa lebih meguasai tulian kita. Cara ini bisa menjadi pencegahan agar kita tidak berhenti di tengah jalan arena kehabisan ide. Kalaupun kita kehabisan gagasan yang ingin disampaikan, setidaknya kita masih punya patokan apa yang ingin kita tulis. Melalui patokan itu, kita bisa memperkaya bahan.

 

3.      Merevisi kerangka tulisan

Masih berkaitan dengan di atas. Tak jarang, kerangka yang kita buat ternyata tidak membantu kita untuk fokus menulis karya. Biasanya penyebabnya adalah kerangka kita yang kurang sesuai. Apabila kita sudah membuat kerangka tapi gambaran kita terhadap karya masih kabur dan membuat kita bingung ingin menulis apa, coba periksa kembali kerangkanya. Barangkali ada penyusunan yang perlu diperbaiki atau ada bagian yang perlu dipangkas atau ditambah.

 

4.      Mengendapkan tulisan

Tidak hanya sebelum menulis, writer’s block juga sering menyerang di pertengahan pembuatan karya. Untuk menghadapinya coba lakukan pengendapan karya. Caranya, saat pikiran kita sedang kehabisan gagasan, tutup tulisan yang sedang kita kerjakan dan lakukan aktivitas lain. Setelah beberapa saat, kita buka kembali tulisan tersebut. Saat itu, selain menjadi penulis secara tidak langsung kita juga diajak menjadi seorang pembaca. Di situ kesempatan kita membaca, memahami dan menilai karya yang kita buat. Biasanya, gagasan kita yang sempat hilang akan terpancing untuk keluar.

 

5.      Cari waktu terbaik

Tiap manusia punya waktu produktif masing-masing. Ada yang produktif menghasilkan karya pada siang hari, pada malam hari atau mungkin dini hari. Tugas kita, coba cari kapan otak kita bisa diajak kerja sama untuk menghasilkan karya.

Tapi, ada hal yang harus digaris bawahi. Jangan sampai, alasan mencari waktu terbaik malah membuat kita menunda terus untuk mulai menulis.

 

6.      Refresh pikiran

Ada yang mengatakan bahwa, keadaan writer’s block bisa dikatakan sebagai kode dari otak kita yang sedang penat atau jenuh. Kondisi ini terjadi karena terlalu banyaknya informasi yang diolah. Dilansir dari healt.detik.com, otak kita seperti otot yang butuh relaksasi atau istirahat. Untuk mengistirahatkan otak atau merefresh pikiran ada langkah-langkah kecil yang bisa kita lakukan. Diantaranya, diam sejenak untuk beristirahat (tidak melakukan apa-apa), jalan-jalan ke tempat yang menurut kita bisa merefresh pikiran.

 

Dan sekadar saran juga khususnya bagi umat yang beragama islam kita bisa menenangkan pikiran dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an atau sering disebut dengan murrotal. Diansir dari website unpad.ac.id, seorang dosen unpad—Dr. Andri—melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui efek gelombang suara pada tubuh manusia. Beliau membandingkan efek suara bacaan Al-Qur’an dengan musik klasik serta musik relaksasi untuk menurunkan stres. Hasil penelitian beliau mengungkapkan bahwa suara bacaan Al-Qur’an memiliki tingkat relaksasi paling baik dibandingkan musik klasik serta musik relaksasi lainnya. Nah, ini salah satu solusi terbaik juga, nih, bagi teman-teman. Selain dapat rileksnya dapat juga pahalanya, hehe.  



Nah, teman-teman penulis sekalian di atas adalah beberapa tips mengenai cara mengatasi writer’s block. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Oh, iya, perlu diingat juga di atas adalah saran dari penulis. Kalau teman-teman punya cara tersendiri silakan dilanjut. Semoga karyanya semakin produktif. Salam literasi!

jangan lupa kalau memang masih bingung bingung sendiri, kami juga bisa membantu anda dari program kami layanan jasa penulisan artikel yang memang kami buka selama ini. 

Posting Komentar untuk "CARA MENGATASI WRITER’S BLOCK "

Berlangganan via Email