Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

cara menciptakan lingkungan gemar membaca


CARA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN ORGANISASI YANG CINTA MEMBACA DENGAN TETAP AMAN DI ERA POST-TRUTH

 

menciptakan lingkungan gemar membaca


Membaca merupakan salah satu kegiatan lumrah di masyarakat tapi tidak semua orang yang mampu menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan. Kebanyakan orang beranggapan bahwa membaca itu membosankan dan bahkan ada yang beranggapan bahwa membaca hanya membuang-buang waktu produktif.

Padahal, banyak sekali manfaat penting yang akan kita peroleh apabila kita gemar membaca, dan banyak juga resiko besar yang akan kita dapatkan jika malas membaca.

Contohnya jika kita mendapat tugas praktik pada laboratorium, jika kita malas membaca intruksi secara keseluruhan maka kemungkinan kecelakaan juga akan besar. Atau contoh yang paling dekat, saat kita membeli barang elektronik seperti televise mungkin, apabila kita enggan atau malas membaca buku panduannya maka tidak menutup kemungkinan kekeliruan akan terjadi

Dari beberapa contoh sederhana di atas, sepertinya sudah cukup mamp menggambarkan bagaimana pentingnya membaca. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara menciptakan lingkungan yang cinta membaca. Tapi, kita khususkan pembahasan ini kepada lingkungan organisasi.
Menurut KBBI, aktivis organisasi adalah orang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya.

Tentu dalam pelaksanaan tujuan organisasi para aktivis membutuhkan informasi dalam mengambil keputusan agar bisa lebih terarah. Untuk mendapatkan informasi tersebut, membaca adalah kuncinya!
Lagi lagi mungkin ada yang menyeletuk “Membaca itu membosankan, bukannya kalau butuh informasi kita bisa lihat video aja? Gak harus baca, kan?”



Sanggahan di atas bisa dibenarkan, tapi dengan memcari informasi lewat membaca akan memberikan poin lebih selain memperoleh suatu informasi. Kelebihan dari membaca ini juga sangat bermanfaat bagi seorang aktivis terutama untuk kepemimpinan. Apa saja itu? Berikut beberapa keuntungan membaca bagi seorang aktivis organisasi:

1.      Meningkatkan Kecerdasan Verbal


Kecerdasan verbal adalah kemampuan menggunakan bahasa dan kata-kata baik lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini akan membantu seseorang untuk berkomunikasi dengan baik serta mampu memahami komunikasi dari lawan bicara.

Melalui membaca, kita akan bertemu dengan kosa kata baru dan kalimat efektif. Hal ini akan membantu kita menjadi seorang orator yang handal. Tentu kemampuan ini sangat berguna bagi seorang aktivis organisasi apalagi seorang pemimpin.

Nah, sedikit tips untuk teman-teman sekalian. Apabila sedang membaca dan menemukan kosakata baru, garis bawahi kosa kata tersebut lalu cari arinya bukan menebak-nebak. Hal ini agar kita bisa betul-betul paham apa yang dimaksud dalam teks bacaan dan juga penenmpatan kosa kata tersebut apabila kita gunakan bisa tepat. Saat ini kita sudah difasilitasi untuk mengetahui arti tiap kosakata bahasa Indonesia melalui aplikasi KBBI atau KBBI online. Tentu hal ini sangat membantu sekali bagi kita, bukan?

2.      Meningkatkan Empati


Empati merupakan sikap seseorang yang berusaha mengidentifikasi dirinya dalam keadaan atau pikiran yang sama terhadap orang atau kelompok lain. Menjadi seorang aktivis organisasi tentu tidak bisa jauh dari perasaan empati. Mengingat dalam sebuah organisasi terdiri dari gabungan beberapa orang yang tentunya butuh erasaan empati agar organisasi tersebut bisa lebih baik.

Terdapat sebuah studi bahwa orang yang suka membaca lebih berempati kepada orang lain dibandingkan dengan orang yang hanya suka menonton televisi. menurut penelitian tersebut, cara pandang dan sikap seseorang juga ditentukan pada jenis bacaan yang dipilih. Seperti jenis bacaan komedi dapat menjalin kekerabatan lebih baik dengan orang lain, jenis bacaan novel drama mampu mengasah jiwa empati kita, jenis bacaan eksperimental akan membuat seseorang mampu untuk memandang sesuatu dalam perspektif berbeda.

3.      Membantu mengurangi stress


Terdapat hasil penelitian bahwa, membaca enam menit mampu mengurangi stre sebanyak 68% dibandingkan dengan mendengarkan music, jalan-jalan atau minum teh. Dan jenis bahan bacaan yang lebih ampuh mengurangi stress adalah bacaan jenis novel dan fiksi. Meskipun seorang aktivis organisasi, tidak ada batasan kita memilih genre bacaan apa.

Kemudian selanjutnya, bagaimana membangun lingkungan organisasi agar cinta membaca? Berikut ada beberapa tips bagi teman-teman yang ingin menjadikan lingkungan organisasinya dekat dengan bacaan:

1.      Buat perpustakaan mini di sekretariat organisasi

Hadirnya perpustakaan mini ini berfungsi agar para aktivis organisasi bisa lebih mudah menjangkau bahan bacaan atau buku. Kalau membeli buku perorangan masih terasa berat, kita bisa patungan lalu menaruh bukunya pada perpustakaan mini yang dibuat.

Hadirnya perpustakaan mini ini juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang diskusi agar kegiatan membaca tidak membosankan. Selain itu, mendiskusikan bahan bacaan juga membuat wawasan kita lebih terbuka serta melatih kemampuan verbal kita seperti yang telah disebutkan tadi.

2.       Menyediakan buku menarik atau buku yang menunjang para aktivis organisasi

Salah satu pendorong manusia untuk melakukan sesuatu adalah karena faktor butuh. Untuk memulai menciptakan lingkungan tersebut kita bisa memulai menjejerkan buku-buku yang dirasa mampu menunjang atau memenuhi kebutuhan para anggota organisasi. 

Nah teman-teman, di atas adalah sebagian kecil manfaat membaca yang akan diperoleh bagi aktivis organisasi dan juga langkah-langkah kecil yang bisa diambil untuk menciptakan lingkungan gemar membaca. Tapi, hal yang perlu diketahui juga bahwa memilih bahan bacaan sangat penting bagi kita. Karena sekarang kita berada pada era post-truth.

Menurut Oxfoard Dictionaries, post-truth diartikan sebagai istilah atau iklim yang berhubungan dengan atau mewakili situasi-situasi dimana keyakinan dan perasaan pribadi lebih berpengaruh dalam pembentukan opini public dibanding fakta-fakta yang obyektif.

Tentu fenomena ini sangat berbahaya bagi semua masyarakat termasuk aktivis organisasi. Era ini menggiring manusia untuk percaya terhadap berita yang menyentuh emosi pembaca. Entah berita itu adalah berita bohong, sekadar opini atau sebuah fakta.

Nah, untuk menghadapi era post-truth ini kita perlu lebih kritis dalam membaca. Dilansir pada akun instagram @pemimpin.indonesia terdapat metode membaca kritis yang diperkenalkan oleh Francis P. Robinson dalam bukunya Effective Study menggunakan SQ3R yang bisa kita latih. Penjelasan dari masing-masing metodenya adalah sebagai berikut:

1.      Survey

Langkah pertama yang kita ambil adalah melakukan survey identitas penulisnya, judulnya apa, sub-judul dan sebagainya tanpa membaca isi teks terlebih dahulu. Penting untuk memahami struktur pemikiran pada informasi yang kit abaca.

2.      Question

Langkah kedua adalah menulis pertanyaan di setiap sub-judul bacaan. Misalnya dalam sebuah tulisan terdapat sub-judul tertulis “era post-truth” kita beri pertanyaan “Apa itu post-truth?” Hal ini member manfaat bagi memori kita untuk menyimpan sub-judul yang dibaca tadi.

3.      Reading

Langkah selanjutnya adalah reading atau membaca. Fokus membaca dan hindari distraksi. Kemudian selanjutnya lakukan anotasi pada teks. Tandai kalimat yang kita sepakat dengannya, tidak sepakat dengannya atau ragu dengan pernyataan dalam teks.

4.      Recite

Langkah selanjutnya adalah mendiskusikan apa yang kit abaca. Bisa dengan diri sendiri atau dengan teman. Hal ini berguna untuk kita mengingat informasi yang kita baca.

5.      Review

Langkah terkahir yakni mengulas seluruh proses tahapan yang kita lakukan tadi agar kita memiliki pengetahuan baru yang kuat.


Nah, itu tadi pembahasan mengenai cara menciptakan lingkungan gemar membaca dan cara mengantisipasi fenomena podt-truth dalam memperoleh informasi dalam bacaan. Di atas hanya segelintir saran dalam mewujudkan hal tersebut. Jadi, slebeihnya tergantung dari kreativitas teman-teman dalam mewujudkan lingkungan organisasi yang gemar membaca lagi aman dari dampak era post-truth.

Posting Komentar untuk "cara menciptakan lingkungan gemar membaca"

Berlangganan via Email